BPK PENABUR Jakarta Gandeng Pemprov DKI Gelar Festival PICF 2026

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

BPK Penabur Jakarta kembali bersiap menggelar The 7th Penabur International Choir Festival (PICF) pada 7-12 September 2026 di Aula Penabur Intercultural Secondary & Junior College Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tahun ini, PICF bertema "Sing Together, Rise Together" diikuti 152 tim paduan suara yang telah lolos tahapan seleksi. Peserta dalam negeri berasal dari 17 provinsi, yakni Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat Daya, sedangkan peserta luar negeri berasal dari Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Ketua Pengarah PICF 2026 dan Pengurus BPK Penabur Jakarta, Emma P. Balubun, menyampaikan kebanggaan atas sambutan hangat atas penyelenggaraan ajang yang dihelat dua tahun sekali ini.

"Antusiasnya jauh lebih besar dibandingkan gelaran PICF dua tahun lalu. Ada yang dari Papua, bahkan negara-negara tetangga juga ikut berpartisipasi. Kami sangat bersyukur dan bangga atas hal tersebut karena ini merupakan sebuah bentuk kepercayaan yang tinggi," ujar Emma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir sejak 2013, setiap peserta yang berpartisipasi akan dinilai langsung oleh juri-juri profesional baik dari dalam dan mancanegara. Emma menjamin, tim juri yang dihadirkan memiliki kapabilitas baik.

"Peserta tidak hanya memiliki pengalaman ikut kompetisi, tetapi mereka juga mendapatkan penilaian, masukan dan pengetahuan dari perspektif yang ahli di bidang paduan suara dengan standar internasional melalui choir clinic," lanjut Emma.

Duduk di kursi juri, adalah Avip Priatna yang juga didapuk sebagai Art Director PICF 2026, Agastya Rama L, Rainier Revireino, dan Luciana Dharmadi Oendoen.

"Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada BPK Penabur Jakarta, sebagai insan paduan suara yang sudah berkecimpung selama puluhan tahun lalu hingga hari ini, saya merasakan betapa bermanfaatnya sebuah festival bagi paduan suara. Ajang ini secara langsung mempengaruhi kualitas paduan suara di Indonesia sekaligus membuat masyarakat umum dapat menghargai seni paduan suara," tutur Avip.

Ia menyebut, tema "Sing Together, Rise Together" menjadi penegasan bahwa persiapan festival tak hanya soal bernyanyi, tetapi juga pelajaran tentang kerja sama, saling mendukung, dan mengesampingkan ego masing-masing untuk bisa menjadi sebuah paduan suara yang solid.

"Lewat paduan suara, setiap individu dapat belajar banyak," tambah Avip.

Sementara, panel juri dari mancanegara terdiri dari Susanna Saw asal Malaysia, Nelson Kwei asal Singapura, Mark Anthony asal Filipina, Lorenzo Donati asal Italia, Ambroz Copi asal Slovenia, Josu Elberdin asal Spanyol, dan Theodora Pavlovitch asal Bulgaria.

Theodora, juri asal Bulgaria mengingatkan para peserta bahwa PICF 2026 memiliki banyak kriteria.

"Paduan suara harus benar-benar bersiap. Banyak tahapan sudah dilalui, semua orang sangat sibuk, jadi persiapannya tidak akan mudah. Namun, proses ini juga akan memberikan dorongan semangat yang besar. Acungan jempol untuk semua paduan suara yang berhasil tampil maksimal di kompetisi ini," katanya.

Selain memberi penilaian dalam kompetisi, para juri juga mengadakan Choral Clinic, Workshop, dan Masterclass bagi peserta PICF 2026.

Kompetisi PICF 2026 terbagi menjadi dua kategori besar. Pertama, School Categories terdiri dari Kindergarten, Primary School, Junior High School, dan Senior High School.

Kedua, General Categories, terdiri dari Children's Choir (9-17 tahun), Mixed Youth Choir level A & B (17-23 tahun), Mixed Choir Level A&B dan Equal Voices (di atas 17 tahun), Folklore, Music of Religion, Pop & Jazz Choir, Gospel & Spiritual (tanpa batasan usia), serta Ensemble Choir.

"Yang terpenting, kami berharap PICF dapat menanamkan semangat kepada generasi muda bahwa prestasi bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, melainkan juga tentang proses menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Emma.

Ketua BPK Penabur Jakarta, Kenny Lim menyampaikan bahwa PICF 2026 merupakan ajang yang mengasah keterampilan abad 21 bagi peserta usia pelajar.

PICF 2026 sendiri dirancang sebagai tempat untuk mendapat ilmu tentang musik dan teknik bernyanyi, juga belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab, kerendahan hati, dan kemampuan bekerja dalam tim.

"Setiap pelajar berkesempatan mengembangkan keterampilan abad 21, yaitu Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, Character, dan Citizenship atau yang disebut 6C. Kemudian, karena kompetisi taraf internasional, ajang ini menjadi wadah yang tepat untuk mampu bersaing secara global sekaligus menjalin kebersamaan, persahabatan, kolaborasi, dan sikap saling menghargai dalam keberagaman budaya," ujar Kenny.

Acara ini turut mendapatkan dukungan dari negara sahabat seperti Filipina dan Spanyol, melalui kehadiran Duta Besar yang hadir langsung pada Opening Ceremony, Awarding, hingga Closing Ceremony.

Kolaborasi dengan Pemprov DKI

PICF 2026 turut menghadirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai mitra. Dukungan telah ditunjukkan Pemprov dari berbagai instansi, seperti Dinas Kebudayaan yang menyediakan penari dan ondel-ondel untuk acara pembukaan.

Kemudian, dukungan Dinas Komunikasi Digital berupa publikasi di videotron Pemprov Jakarta, hingga Dinas Kesehatan melalui kehadiran tim Puskesmas Jakarta Utara dan PK3D, yang bersiaga mengatasi kondisi medis lengkap dengan ambulans.

"Kami bersyukur karena mendapatkan dukungan luar biasa dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, baik secara moril maupun dukungan operasional." pungkas Emma.

Kompetisi PICF 2026 dapat ditonton langsung dengan membeli tiket di lokasi. Informasi lengkap dapat diakses lewat Instagram https://www.instagram.com/picf.official/ atau website resmi https://picf.or.id/.

(rea/inh)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |