Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah tengah menginvestigasi kemunculan makalah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi nominasi nobel perdamaian.
Makalah berjudul "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Foor Security Industry and Indonesia's Economic Growth" itu diunggah dalam papers.ssn.com. Makalah itu nama Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagi investigasi," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (5/8).
Senada, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irawan juga menyatakan telah membaca makalah yang melampirkan surat dari Kementerian Dalam Negeri bernomor ND/KIE/001/I/2026.
"Sekarang lagi diklarifikasi, apakah itu memang Kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana. Kemudian apakah surat yang disampaikan itu benar dari Kemendagri atau apa, kita pastikan dulu," kata Benni.
Selain itu, Benni mengatakan juga telah berkoordinasi langsung dengan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) perihal makalah tersebut.
Klarifikasi itu dilakukan bertalian dengan nama salah satu pegawai yang dicantumkan di makalah.
"Saya sudah klarifikasi ke IPDN. Itu bukan dari IPDN. Kita sudah telepon pak rektor itu bukan dari IPDN," kata Benni.
"Tapi memang ada staf yang namanya Ashar itu di Dirjen Polpum. Nah, itu yang tadi pak Dirjen Polpum meminta klarifikasi secara internal Pak Akmal. Sejauh ini saya belum dapat hasil klarifikasi. Saya belum dapat update," imbuhnya.
Belakangan makalah yang berisi tentang program MBG dan disebut-sebut akan diajukan sebagai kandidat nobel perdamaian viral di media sosial.
Sejumlah akun di media sosial mengunggah penggalan makalah tersebut. Bahkan ada akun yang menyebut bukan cuma 1 makalah, tapi ada beberapa makalah ditulis untuk tujuan serupa.
(mnf/wis)

1 hour ago
2
















































