Jakarta, CNN Indonesia --
Plt Ketua Umum Partai Ummat Ansufri ID Sambo menjelaskan alasan Ridho Rahmadi memilih mengundurkan diri dari posisi ketua umum. Menurut Sambo, keputusan itu diambil karena Ridho kesulitan membagi waktu antara tugasnya di Partai Ummat dan pekerjaannya sebagai Direktur politeknik AI di Yogyakarta.
Sambo mengatakan posisi yang dijalankan Ridho tersebut sama-sama membutuhkan perhatian, tenaga, dan pikiran secara penuh. Kondisi itu membuat Ridho harus bolak-balik antara Yogyakarta dan Jakarta selama sekitar satu tahun.
"Alasan utama Mas Ridho Rahmadi mundur adalah karena beliau kesulitan untuk membagi waktu, pikiran dan tenaga antara Partai Ummat dan posisi beliau sebagai Direktur politeknik AI di Jogja yang baru berumur setahun. Yang kedua-keduanya membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang full," kata Sambo kepada wartawan, Rabu (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama menjalankan kedua tanggung jawab tersebut, kondisi fisik Ridho disebut tidak lagi mampu mengimbanginya. Sambo mengatakan aktivitas yang padat turut berpengaruh terhadap kesehatan Ridho.
"Beliau sudah mencoba selama 1 tahun ini bolak balik Jogja-Jakarta untuk menjalankan kedua tugas tersebut bersamaan, tapi akhirnya fisik beliau tidak kuat juga," ungkap Sambo.
Selain persoalan membagi waktu dan kondisi fisik, keputusan mundur itu juga diambil setelah Ridho melakukan perenungan serta berkonsultasi dengan keluarga dan sejumlah pihak di internal partai.
"Alasan kedua, karena dua tanggung jawab yang besar itu akhirnya berdampak pada kesehatan beliau menjadi sering sakit. Alasan Ketiga juga hasil renungan beliau dan juga hasil konsultasi beliau dengan Pak Amien dan keluarga dan juga konsultasi dengan Sekretaris Majelis Syuro," tambahnya.
Ridho kemudian memutuskan melepas jabatan ketua umum, tetapi tetap akan menjalankan aktivitas politiknya di Partai Ummat sebagai anggota Majelis Syuro.
"Akhirnya beliau dengan bulat hati memutuskan untuk mundur dari Ketum Partai Ummat tapi tetap berkiprah di partai sebagai anggota majelis syuro. Adapun alasan Pak Taufik mundur adalah solidaritas dengan Mas Ketum dan juga ingin agar ada penyegaran di pimpinan DPP, dan Pak Taufik tetap aktif membantu partai Ummat dengan penugasan yg baru, Insyaallah," tuturnya.
Sambo juga menyampaikan bahwa Taufik turut mengundurkan diri dari posisinya. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Ridho sekaligus untuk memberikan penyegaran dalam jajaran pimpinan DPP Partai Ummat.
Meski terjadi pergantian di pucuk pimpinan, Sambo berharap Partai Ummat dapat tetap menjaga kekompakan dan meningkatkan kerja sama di antara kader.
"Mari kita menatap ke depan dengan bekerja dan berjuang dengan lebih baik, lebih solid dan lebih bekerja sama diantara kita. Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan, bimbingan dan Rahmatnya kepada kita semua," kata Sambo.
Sambo menegaskan Ridho maupun Taufik masih akan berkontribusi di internal partai dengan peran masing-masing.
"Mas Ridho tetap sebagai kader dan anggota majelis syuro. Mas Taufik tetap aktif di partai DPP membantu sekjen yang baru, sebagai sekretaris eksekutif," imbuhnya.
Baca selengkapnya di sini.
(tim/isn)

6 hours ago
4















































