73 Ton Uranium Ditemukan di Reaktor Rahasia Suriah, Assad Nyaris Punya Senjata Nuklir

9 hours ago 7

loading...

Sebuah reaktor nuklir rahasia Suriah era Presiden Bashar al-Assad dapat digunakan untuk memproduksi material fisil yang berpotensi dipakai dalam senjata nuklir. Foto/IDF

DAMASKUS - Sebuah reaktor nuklir yang hampir selesai dibangun secara rahasia pada masa pemerintahan mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad ternyata dapat digunakan untuk memproduksi material fisil yang berpotensi dipakai dalam senjata nuklir. Hal itu diungkapkan kepala badan pengawas nuklir PBB.

Inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bulan lalu mengunjungi dua lokasi, yakni satu di Deir ez-Zor dan lokasi kedua yang tidak diungkapkan, yang keberadaannya ditunjukkan kepada mereka oleh otoritas Suriah.

Baca Juga: IAEA Bakal Angkut Material Nuklir dari 'Situs 99' Suriah, Ada Peran AS dan Israel

Kepala IAEA Rafael Grossi pada Senin mengatakan, "Jelas bahwa pemerintahan sebelumnya sedang menjalankan sejumlah aktivitas rahasia.”

“Mereka tidak ingin dunia mengetahui apa yang sedang mereka lakukan,” ujar Grossi kepada wartawan setelah membuka pertemuan triwulanan Dewan Gubernur IAEA di Wina.

“Mengingat konfigurasi dan karakteristik teknis reaktor jenis tersebut, ini merupakan reaktor yang sangat efisien dalam memproduksi material fisil yang dapat digunakan secara langsung untuk pembuatan senjata nuklir,” ujarnya, yang dikutip The Guardian, Selasa (8/9/2026).

Grossi menambahkan bahwa pembangunan reaktor tersebut merupakan langkah yang sangat penting.

Suriah diyakini menjalankan program nuklir ekstensif yang tidak pernah dideklarasikan secara resmi pada masa pemerintahan Assad. Program tersebut mencakup sebuah reaktor nuklir yang dibangun Korea Utara di Provinsi Deir ez-Zor, Suriah timur.

Setelah Assad digulingkan pada Desember 2024, pemerintahan baru Suriah sepakat memberikan akses kepada inspektur IAEA ke lokasi-lokasi yang diduga merupakan bekas fasilitas nuklir.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |