5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir

11 hours ago 8

loading...

Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi kucuran investasi ke Indonesia pada sepanjang semester I-2026, berikut 5 negara pengirim modal terbesar ke Indonesia. Foto/Dok

JAKARTA - Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi kucuran investasi ke Indonesia pada sepanjang semester I-2026. Dari aspek komposisi, realisasi PMA tercatat mendominasi dengan kontribusi mencapai Rp507,6 triliun (50,2%), mengungguli realisasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) yang berada di angka Rp502,9 triliun (49,8%).

Dari sisi asal negara pengirim modal, Singapura masih mempertahankan posisinya sebagai investor terbesar sepanjang paruh pertama tahun ini. Hanya saja, ada pergerakan modal investasi yang cukup masif dari Hongkong.

"Ada, negara 5 besarnya. Memang Singapura dalam 10 tahun terakhir ini masih memegang perannya sebagai investor terbesar di Indonesia. Singapura kurang lebih 8,8 miliar dolar, kemudian diikuti oleh Hong Kong 7,6 miliar dolar, Tiongkok 4,9 mliar dolar, Jepang 1,9 mliar dolar, Amerika Serikat 1,7 mliar dolar," urai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya

"Tetapi sebetulnya terjadi pergeseran sedikit karena investor terbesar kita itu justru adalah Hong Kong di kuarter kedua, itu di angka kurang lebih 5,5 miliar USD, baru diikuti oleh Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat. Tapi secara overall di semester pertama ini masih ditempati oleh Singapura," ungkap Rosan menambahkan.

Sektor logam dasar, barang logam bukan mesin, serta peralatannya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp150,4 triliun (14,9%), disusul sektor jasa lainnya yang didominasi data center sebesar Rp114 triliun (11,3%), pertambangan Rp105,3 triliun, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sekitar 10,2%, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp85,5 triliun (8,5%).

Tak hanya itu, Rosan memaparkan bahwa pada semester pertama ini, realisasi investasi di sektor hilirisasi tercatat menyumbang hampir 30% atau setara 29,7% dari total realisasi nasional, merepresentasikan pertumbuhan tahunan sebesar 6,9%.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |