Yogyakarta, CNN Indonesia --
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kolonel Inf Dimar Bahtera menyebut tiga jenazah prajurit TNI yang tewas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) imbas serangan dari Israel rencananya diterbangkan bersamaan dari Turki.
Informasi yang diperoleh dari Force Commander atau Komandan Pasukan UNIFIL dan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, jenazah salah satu anggota TNI yang gugur, yakni Praka Fariza Rhomadhon pada Kamis waktu Lebanon akan diberangkatkan ke Istanbul, Turki setelah tahapan repatriasi tuntas.
Menurut Dimar, dari Istanbul, jenazah Praka Fariza nantinya akan diberangkatkan bersama dengan jenazah dua prajurit TNI yang gugur lainnya, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian dari Turki, jenazah jadi satu, direct flight ke Soekarno-Hatta. Kurang lebih seperti itu," kata Dimar di rumah duka Praka Farizal, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Rabu (1/4) malam.
Dimar memperkirakan, apabila operasi ini bisa dimulai Kamis pagi waktu Beirut dan penerbangan dari Istanbul tidak terkendala, maka ketiga jenazah bisa tiba pada hari Jumat waktu Indonesia.
"Di sana-sini (Lebanon-Indonesia) kan selisih perjalanan kan 10 jam, beda waktunya 5. Berarti kurang lebih mundurnya sampai di sini bisa 15 jam hitungannya. Kalau misalkan dia berangkatnya (Kamis) pagi dari sana (Lebanon), itu berarti mudah-mudahan (tiga jenazah) di hari Jumatnya itu bisa sudah sampai di Indonesia," lanjutnya.
Dimar berujar, prosesi penghormatan kenegaraan akan dilaksanakan nantinya di Jakarta. Hanya saja, lokasinya belum ditentukan. Selanjutnya, jenazah prajurit TNI yang gugur akan diterbangkan ke daerah tempat masing-masing dikebumikan.
Sepenuturan Dimar, situasi yang bersifat dinamis memungkinkan rencana ini bergeser dari susunan semula.
"Karena situasi konflik, karena masih banyak tembakan, baik tembakan lintas datar maupun tembakan artileri, pesawat tempur juga banyak ya, sehingga memang situasinya sangat-sangat berisiko, berisiko. Sehingga pengaturan penerbangan dan lain semuanya kita harus menyampaikan ke pihak IDF, ke pihak dari pihak dalam Lebanon, Hizbullah, dan lain sebagainya," pungkasnya.
Tiga anggota TNI yang bertugas di UNIFIL tewas gegara serangan Israel ke Lebanon.
Mereka adalah Praka Fahrizal Rhomadhon yang gugur gegara ledakan proyektil di sekitar Adchit Al Qusayr, Minggu (29/3) waktu setempat.
Dua anggota TNI yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan yang gugur imbas ledakan di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3) waktu setempat.
Sejak awal Maret, Israel menggempur habis-habisan Lebanon terutama Lebanon selatan dengan dalih menargetkan aset Hizbullah. Milisi ini tak tinggal diam. Mereka turut meluncurkan serangan ke Israel.
(kum/dal)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2

















































