loading...
Rezim Ayatollah Ali Khamenei tuding demonstran bakar orang. Foto/Iran International
TEHERAN - Media pemerintah Iran mengatakan ratusan anggota pasukan keamanan telah tewas selama protes terhadap krisis ekonomi. Sementara ketua parlemen memperingatkan Amerika Serikat dan Israel tentang serangan balasan jika Washington menyerang negara itu.
Televisi pemerintah mengatakan pada hari Minggu bahwa 30 anggota polisi dan pasukan keamanan tewas di provinsi Isfahan dan enam lainnya di Kermanshah di Iran barat dalam kerusuhan terbaru. Sedangkan kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pada hari Minggu bahwa 109 personel keamanan telah tewas dalam protes di seluruh negeri.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran mengatakan seorang anggota staf meninggal selama serangan terhadap salah satu gedung bantuan mereka di Gorgan, ibu kota provinsi Golestan.
Media pemerintah juga melaporkan bahwa sebuah masjid dibakar di Mashhad di Iran timur pada Sabtu malam.
Angka korban jiwa dilaporkan ketika otoritas Iran meningkatkan upaya untuk meredam protes terbesar di negara itu dalam beberapa tahun terakhir, yang telah menyebabkan ribuan orang turun ke jalan karena marah atas melonjaknya biaya hidup dan inflasi.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan "kerusuhan" secara bertahap mereda sementara jaksa agung telah memperingatkan bahwa mereka yang terlibat dalam kerusuhan dapat menghadapi hukuman mati.
BacaJuga: 2.500 Demonstran Ditangkap, Kerusuhan di Iran Terus Meluas
Pada hari Sabtu, Ali Larijani, seorang pejabat keamanan tinggi, menuduh beberapa demonstran "membunuh orang atau membakar beberapa orang, yang sangat mirip dengan apa yang dilakukan ISIS", merujuk pada kelompok bersenjata ISIL.
Hassan Ahmadian, seorang akademisi di Universitas Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa demonstrasi yang dimulai dua minggu lalu berubah menjadi kekerasan pada hari Kamis, menyebutnya sebagai "salah satu hari paling menakutkan di Iran, termasuk di Teheran".
“Dalam dua hari terakhir, kita melihat berkurangnya peristiwa-peristiwa tersebut karena tentu saja ada bentrokan dan konfrontasi dengan mereka yang menggunakan kekerasan,” katanya.
“Orang-orang juga mulai menjauhi kegiatan-kegiatan kekerasan semacam itu,” tambah akademisi tersebut.
“Mayoritas warga Iran tidak senang dengan kondisi ekonomi di Iran, tetapi mayoritas dari mereka juga tidak senang dengan kekerasan,” kata Ahmadian.


















































