Berita Gratis – E-Commerce terbesar di Asia Alibaba terkena denda dalam anti monopoli China pada hari ini. Semua media China membahas hukuman Alibaba dalam regulator pemerintah saat ini. Alibaba yang menjadi toko online raksasa di Asia dan di dirikan oleh Jack Ma ini masuk dalam daftar regulator pemerintah. Alibaba di denda Rp 40 Triliun dalam anti monopoli China terbesar yang di jatuhkan oleh pemerintah kepada perusahaan Jack Ma ini.

Alibaba Di Denda

Pada tahun 2019 Alibaba mendapatkan pinalti senilai 4% dari pendapatan perusahaan saat itu dalam investigasi anti monopoli di China. Alibaba yang telah menyalahgunakan posisi dominan di pasar online sampai sekarang ini dan sudah menyalahi regulator pemerintah. Investigasi yang sudah berlangsung dari bulan Desember lalu ini sudah memperingatkan Alibaba dalam memonopoli pasar Asia. Namun peringatan ini tidak di tanggapi oleh pihak Jack Ma dalam menguasai pasar online di China saat itu.

Baca juga : Picu Krisis Yordania Oleh Eks Sang Putra Mahkota

Alibaba Di Denda

Kemudian investigasi pemerintah berlanjut saat Jack Ma di kabarkan menghilang dari jabatan dan rumah kediamannya. Keberadaan Jack Ma tidak ada yang mengetahui sampai sekarang ini namun pemerintah berusaha untuk menggali informasi. Pemerintah China mengambil alih dalam investigasi perusahaan Alibaba pada bulan Oktober 2020 sehingga banyak kejanggalan yang terlihat. Semua berkas hasil temuan tim regulator China menemukan beberapa berkas monopoli di pasar online. Semua berkas Ant financial Alibaba terus di pelajari oleh tim regulator pemerintah untuk mengusut dugaan penyalahgunaan kuasa.

Baca juga : Demo Anies Di Balai Kota Dengan Membawa Bendera HMI

Menurut keterangan Regulator State Administration for Market Regulation (SAMR) mengatakan Alibaba sudah menyalahi dan melakukan pelanggaran. Sejak 2015 Alibaba mencegah para merchant untuk menggunakan platform online lain selain aplikasinya. Sehingga Alibaba di duga sudah memonopoli pasar online di China kepada para merchant online. Ini menjadi monopoli terbesar di China dan menyalahi aturan kebebasan dalam berbisnis dalam pasar global. Pemerintah China yang sudah memberi perintah untuk Alibaba melepas sejumlah aset media yang di miliki pada beberapa tahun lalu. Namun peringatan pemerintah tidak di tanggapi dengan baik oleh Alibaba sehingga regulator China membuat tim khusus dalam mengecek semua data perusahaan E-Commerce terbesar ini.