Berita Gratis – Penangkapan terjadi kepada seorang ibu yang menjual anaknya menjadi pelayan seks kepada sejumlah laki-laki. Kasus prostitusi ini terjadi di Majalengka Kecamatan Dawuan kepada ibu tega jadikan putrinya budak seks dengan tarif bayaran Rp 500.000. Ibu yang berinisial TA dan putrinya U sudah masuk dalam penyelidikan polisi sampai sekarang ini. Prostitusi secara online banyak terjadi belakangan ini karena pandemi corona di Indonesia yang belum selesai.

Ibu Tega

Kasatreskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan sudah mengatakan bahwa tersangka TA menjual sejumlah wanita dengan Whatsapp. Melalui Whatsapp tersangka TA menjalankan aksinya menawarkan sejumlah wanita kepada pria hidung belang. Tersangka TA memposting foto wanita dan harga kepada semua pria yang ada di kontak Whatsapp tersebut. Tersangka juga tega menjual putrinya dalam kontak grup Whatsapp dengan alasan kesulitan keuangan selama pandemi corona ini. Sejumlah wanita di tarifkan mulai dari Rp 400.000 sampai Rp 500.000 dalam beberapa jam oleh tersangka.

Baca juga : Zakiah Aini Penyerang Mabes Polri Pembawa Nama Ahok

Ibu Tega

Tersangka yang mengaku terpaksa menjual putrinya ini merasa bersalah karena sudah banyak pria mengencani anaknya itu. Putrinya yang mengaku pasrah terhadap keputusan sang ibu yang tega menjual dirinya kepada pria hidung belang. Sampai sekarang putrinya mengalami trauma karena beberapa perlakuan para pria yang mengencaninya itu. Pihak kepolisian masih memeriksa jaringan prostitusi di Majalengka secara mendalam dari kasus tersangka TA ini. Menurut pihak kepolisian banyak cara yang di lakukan mucikari untuk melakukan penjualan orang di mana pun. Penanganan dan pembelajaran untuk para orang tua terhadap putrinya agar tidak mudah terpengaruh dengan pekerjaan seperti itu. Penjualan manusia yang di jadikan budak seks semakin banyak dan perlu di lakukan pencegahan secara maksimal.

Baca juga : Gereja Dan Masjid Berhadapan Di Jepara

Pihak masyarakat perlu melakukan pemantauan apabila di daerahnya terjadi perubahan atau tindakan kurang wajar dalam lingkungan. Kepolisian berupaya untuk mencegah tersebarnya prostitusi online di Indonesia di era digital saat ini. Keinginan semua orang untuk menjadikan anaknya lebih baik pasti akan mendukung aktifitas mereka tanpa adanya paksaan. Sehingga tercipta lingkungan yang baik dalam bersosialisasi dengan orang lain dan tindakan penjualan wanita harus di hentikan secara bertahap.