Berita Gratis – Ada desa yang memiliki keunikan di Jepara – Jawa Tengah memiliki hidup toleransi beragama untuk semua warganya. Kehidupan Gereja dan Masjid yang berhadapan di Jepara pada lereng gunung Muria ini harus kita contoh dalam keseharian. Masyarakat mendirikan bangunan Gereja dan Masjid berhadapan sehingga terbangun toleransi beragama. Ibadah kedua agama ini tidak terganggu sama sekali sejak awal pembangunan tempat sembahyang ini. Desa ini bernama desa tempur di Kecamatan keling yang berjarak 51 kilometer dari kota Jepara.

Baca juga : Melaney Ricardo Konsultasi Dengan Pendeta

Gereja Dan Masjid

Untuk mencapai ke desa tempur ini memang membutuhkan waktu 1 jam 35 menit dari pusat kota Jepara. Jalan yang berliku dan perjalanan naik turun dengan pemandangan yang masih hijau. Kemudian sesampainya di tempat Dukuh Pekoso Desa Tempur bisa langsung melihat bangunan Gereja dan Masjid yang saling berhadapan. Perlunya sikap toleransi beragama seperti di desa tempur harus di tiru semua umat beragama saat ini. Keberagaman bukan menjadi musuh untuk agama lain dalam beribadah.

Gereja Dan Masjid

Gereja itu bernama Gereja Injil Tanah Jawa dan Masjid yang bernama Masjid Nurul Hikmah ini memiliki toleransi tinggi kepada jemaat dan jamaahnya. Kehidupan rukun dan nyaman dalam berbeda keyakinan ini harus di bangun sejak dini. Masyarakat harus berbaur dan bersatu dalam perbedaan yang ada di Indonesia dengan sikap toleransi kepada semua orang. Masyarakat di desa tempur bercerita bahwa semua tidak ada perbedaan masalah keyakinan seseorang karena itu urusan dengan Tuhan. Tuhan mengerti terhadap semua perbedaan yang terjadi di semua negara dan harus bersikap bijak untuk menerima perbedaannya.

Baca juga : Partai Demokrat Terbagi Dua Kubu Sampai Jalur Damai

Kemudian dalam merayakan hari raya umat beragama lainnya masyarakat saling gotong royong dan membantu acar agar berjalan lancar. Karena menurut masyarakat desa tempur semua orang berhak merayakan hari raya agama yang di yakininya itu. Indonesia sudah tercipta dengan banyak perbedaan dan kita sebagai masyarakatnya harus menerima semua perbedaan yang ada. Keinginan untuk menyatukan kehidupan penuh toleransi dalam beragama banyak di contohkan beberapa wilayah di Indonesia. Namun menurut warga desa tempur banyak faktor yang bisa memecah belah keyakinan beragama seseorang. Selanjutnya hal ini yang harus di cegah oleh semua orang dalam memeluk keyakinan di Indonesia.