Keraton Yogyakarta
Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto

Berita gratis – Keraton Yogyakarta sudah 3 hari tidak membunyikan Gamelan di duga terkait Adik kandung Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X yang merupakan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto telah meninggal dunia pagi tadi.

“Iya benar, selama ini 3 hari tidak memainkan gamelan”, kata Wakil Penghageng Parentah Hageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat KPH Yudhahadiningrat saat”.

Di kutip dari berbagai sumber yang ada, Rabu (31/3/2021).

“Hari ini kan seda (meninggalnya) tadi setengah 8. Karena baru berduka cita,”katanya.

KGPH Hadiwinoto adalah adik tertua dari Sri Sultan HB X, ini meninggal dunia di RSUP Dr Sardjito karena serangan jantung. Yudhahadiningrat menjelaskan almarhum Gusti Hadiwinoto merupakan anak ketiga dari istri kedua Sri Sultan HB IX, KRA.

“Nggih (iya), jadi urutannya, yang sekandung dari ibu Windyaningrum (dan Sultan HB IX) itu ada 4 anak, paling tua perempuan Gusti Kus, kedua Ngarsa Dalem (HB X), yang ketiga Gusti Hadi dan yang bungsu Gusti Joyo, ” kata Yudhaningrat.

“Yang sudah wafat 2 orang, Gusti Joyo sudah wafat dan sekarang Gusti Hadi,” imbuhnya.

Pria yang sering di sapa Romo Nur ini melanjutkan bahwa jenazah akan disemayamkan di Timoho, Kalurahan Muja-Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sedangkan pemakamannya berlangsung besok.

Keraton Yogyakarta

“Di makamkan besok pagi, jam 10 di Pemakaman Kagungan Dalem Hastorenggo Kota Gede, Kota Yogyakarta. Untuk disemayamkannya di Timoho (Kalurahan Muja-Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta ) dekat Balai Kota itu,” ucapnya.

Baca juga : Dari Langit Aku Belajar Cara Merelakan

Seperti yang di beritakan sebelumnya, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan Gusti Hadiwinoto masih bisa mengikuti rapat soal pertanahan tiga hari yang lalu.

“Rapat terakhir di kantor saya masih beliau masih dengan tidak kelihatan gerah masih dengan tidak kelihatan gerah masih banyak informasi yang di sampaikan beliau karena beliau ini kalau tentang tanah kasultanan paling menguasai,”

Kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji saat ditemui wartawan di Kota Yogyakarta, hari ini.

Aji juga mengatakan jika pihaknya sudah kehilangan sosok yang di kenal sebagai kamus tanah kasultanan itu. Dia juga mengenang Gusti Hadiwinoto sebagai figur yang sangant murah hati.

“Penguasaan di bidang ( Pertanaan) beliau sangat mampuni sehingga menjadi kamus bagi kami tentang informasi pertanahan khususnya tanah kesultanan sehingga tentu kami merasa sangat kehilangan beliau, karena untuk mencari sosok seperti beliau tidak mudah,” ujar Aji.