Aksi Demo Myanmar

Berita Gratis – Dalam demo besar di Myanmar banyak korban tewas dalam aksi ini sehingga bertumpahan darah. Sebanyak 320 orang tewas dalam kejadian demo di daerah Naypyitaw Myanmar pada hari ini. Korban penembakan sudah hampir 90% yang di lakukan pemerintah dan aparat Myanmar. Dalam aksi demo Myanmar sudah 320 orang tewas dan 90% pengunjuk rasa di tembak mati. Dalam kudeta militer di Myanmar yang mulai terjadi sejak 1 Februari banyak pendemo yang di tembak mati pada kepalanya. Sehingga jumlah korban dalam aksi kudeta militer sudah berlangsung hampi 1 bulan belum berakhir.

Baca juga : Turis Ramai Di Bali Saat Pandemi Covid 19

Kejahatan kemanusiaan sudah di lakukan setiap hari selama kudeta ini menurut data AAPP. Demikian juga angka ini di kabarkan oleh kelompok advokasi non profit bernama Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) dan media di Myanmar. Menurul laporan sudah hampir 3 ribu orang di tangkap dan di dakwa hukuman dalam aksi kudeta ini. Jumlah korban terus bertambah sejak tanggal 25 Maret 2021 dalam aksi antikudeta. Menurut data AAPP sudah hampir 25 persen korban tewas di tembak langsuk ke kepalanya. Sehingga banyak menimbulkan kecurigaan bahwa mereka sengaja menjadi target pembunuhan dalam antikudeta ini.

Semua sudah mengarahkan pada serangan adopsi dalam taktik menembak untuk membunuh dan menekan unjuk rasa di Myanmar. Sesuai dengan keterangan juru bicara junta militer Myanmar pada hari selasa 23/03/2021 sudah ada korban 164 tewas dalam aksi kudeta ini. Sehingga di kabarkan 9 anggota keamanan Myanmar tewas dalam aksi melawan demonstran ini. Dalam aksi pembunuhan yang berlangsung di Myanmar ini banyak memicu kemarahan dan sanksi dari negara Barat. Seperti Amerika Serikat melakukan penegakan hukum yang berlangsung di Myanmar dengan melanggar kemanusiaan. Jumlah korban tewas yang sudah melebihi angka wajar dalam kasus unjuk rasa terhadap warga sipil.

Baca juga : Toyota Land Cruiser Berhenti Produksi

Aksi Demo Myanmar

Banyaknya kekuatan yang mematikan warga sipil dalam aksi demo yang dilakukan ini sehingga perlu tindakan tegas. Menurut kabar pihak negara-negara Barat akan memberikan peringatan kepada pemerintahan Myanmar dalam kasus yang banyak menewaskan korban sipil. Tetapi pihak junta militer Myanmar membantah telah melakukan kekerasan berlebihan dalam kasus demo tersebut. Pihak militer pemerintahan menganggap sudah mematuhi norma internasional dalam menghadapi situasi seperti ini. Dalam aksi demo ini sudah di anggap sebagai kecaman untuk keamanan nasional di Myamar.