Cinta buta berujung tragis
Ilustrasi seorang gadis disekap

Berita gratis – Cinta buta berujung tragis di Gresik – M. Azrul Ahmaludin menjadi gelap mata akibat cinta yang bertepuk sebelah tangan. Awal mula cerita nya dari seorang gadis bernama Yanda Elvariani Suyanto Putri ( 21 ) asal Desa Kalipadang, Benjeng tesebut yang menolak cintanya, hal tersebut kemudian membuat M. Azrul tega sekap dan aniaya Yanda hingga terluka di bagian tubuhnya.

Untuk informasi tersebut di angkat dari Jawa Pos, di ketahui aksi yang di lakukan M. Azrul tersebut di lakukan pada hari Kamis lalu (18/3). Ternyata tersangka sebelumnya menawarkan bantuan tumpangan untuk korban yang hendak pindahan ke wilayah Mojokerto. Dan rupanya. Dari awal tersangka sudah berencana untuk melakukan hal yang tidak baik.

Sesudah meminjam mobil dengan nopol L 1621 FU, M. Azrul lalu menjemput korban untuk menuju Mojokerto. Kejanggalan muncul ketika tersangka mengantar korban lewat arah Surabaya. Padahal, korban biasanya ke Mojokerto melalui wilayah Kecamatan Balongpanggang. Karena jarak tempuhnya relatif lebih dekat.

Saat di tengah jalan ternyata M. Azrul merayu Yanda kembali agar menjadi pacarnya lagi. Namun cinta tersangka itu tetap bertepuk sebelah tangan. Yanda mengaku sudah tidak ada rasa cinta kepada M. Azrul yang di nilai temperamental. Terlebih lagi , korban juga sudah memiliki kekasih baru. Yanda tidak peduli dengan rayuan asmaranya.

Situasi tersebut membuat tersangka emosi. Tersangka menganiaya korban dengan tangan kosong. Hasilnya, Yanda mengalami luka sobek hingga berdarah dibagian pelipis kiri dan lebam di bagian wajah. Tidak hanya itu, korban di bawa ke rumah tersangka. Yanda kurung di kamar. Yanda ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa berdiam di kamar.

Cinta buta berujung tragis

Baca juga : V88 Indonesia

Ketika M Azrul sedang tertidur, korban lalu memanfaatkan kesempatan itu, lalu Yanda mengambil ponsel dan memberitahukan kondisinya saat ini kepada kekasih barunya, yaitu Miftakhul Khoir. Korban mengirimkan gambar tentang kondisinya yang terluka dan di sekap dalam kamar tersebut.

Khoir dengan segera langsung menyebarkan gambar itu ke teman-teman dekat korban, kemudian teman-teman korban mendatangi keluarga korban untuk memberikan info tersebut. Tidak tunggu lama, keluarga korban langsung melaporkan situasi darurat itu kepada Polsek Benjeng.

Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi berangkat ke pihak tersangka dan menemukan korban yang sedang di sekap di dalam kamar tersangka pada hari selasa (23/3).

Kemudian Yanda dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.