Alumni Jabar kritik siswi
Kepala Sekolah SMK 2 Padang meyampaikan permintaan maaf

Berita gratis – Alumni Jabar kritik siswi – Para alumni universitas Jawa Barat mengatasnamakan dirinya alumni dari Jawa Barat bahwa mereka sangat peduli dengan Pancasila dalam menyoroti kasus yang terjadi di publik dan media sosial mengenai aturan SMKN 2 Kota Padang. Aturan tersebut berisikan bahwa siswi wajib mengenakan hijab di sekolah padahal mereka bukan muslim.

Alumni Jabar kritik siswi nonmuslim berjilbab

Seperti berita viral sebelumnya bahwa di media sosial ada video beredar adu argumen antara orang tua siswi dan Wakil Kepala SMK Negeri 2 Padang. Di video tersebut terdengar suara perwakilan orang tua yang telah menjelaskan bahwa di rinya dan anaknya itu bukan muslim. Mereka bertanya mengapa sekolah negeri di buat aturan tersebut.

Juru bicara alumni dari Jawa Barat peduli Pancasila Budi Hermansyah mengatakan.

Adanya kasus tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi peraturan berseragam di internal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tidak berjalan mulus.

Baca juga : NADIEM TEGASKAN SEKOLAH HARUS SALING MENGHARGAI APAPUN AGAMA SISWANYA

“Kami meminta dengan adanya polemik ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI memberikan sanksi tegas kepada pihak terkait. Dalam hal ini Pendidikan setempat juga ikut adil karena lemah melakukan pengawasan,” kata Budi dalam keterangannya , Senin (25/1/2021).

Dia juga mengatakan kalau kasus serupa sering terjadi juga di lingkungan sekolah negeri. Padahal aturan berseragam itu sudah ada dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014. Oleh sebab itu, lanjutnya, Mendikbud harus memperkuat pengawasan dan sosialisai peraturan tersebut hingga petunjuk pelaksanaannya.

Dia juga tegaskan jika empat tujuan dari Permendikbud yatu menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, memperkuat persaudaraan dan persatuan di kalangan peserta didik.

“Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harus mengembalikan dan menjaga iklim kehidupan toleransi dan harmonis di sekolah negeri yang telah hilang dan memudar.

Termasuk juga menyediakan guru agama lain, khususnya di sekolah negeri ,” katanya.

Baca juga : Sarah Beatrice Masih Hidup Walaupun Namanya masuk Manifest Sriwijaya Air SJ182

Pihaknya juga mengusulkan agar mata pelajaran Kebangsaan digencarkan kembali dengan metode ajar lebih kekinian dan aktual sehingga meningkatkan rasa patriotisme, nasionalisme.

Semangat semboyan kebangsaan yaitu Bhineka Tunggal Ika.

“Semoga peristiwa di SMK Negeri 2 Kota Padang ini menjadi perhatian bagi kita semua dan tidak akan terulang lagi di kemudian harinya,” katanya.