Nadiem tegaskan  kepada seluruh dinas sekolah untuk saling menghargai apapun agama siswanya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga telah menerangkan tentang bagaimana aturan sekolah dan nilai - nilai keagamaan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim

Berita Gratis – Nadiem tegaskan kepada seluruh dinas sekolah untuk saling menghargai apapun agama siswanya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga telah menerangkan tentang bagaimana aturan sekolah dan nilai – nilai keagamaan.

Salah satunya adalah peraturan Mendikbud (Permendikbud) nomor 45 tahun 2014. Aturan tersebut telah di sampaikan oleh Nadiem melalui akun Instagram resmi miliknya pada hari Minggu (24/1/21).

Dalam unggahannya tersebut Nadiem telah menjelaskan salah satu pasal dalam Undang-Undang (UU) no 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam pasal 55 UU HAM, diatur bahwa setiap anak berhak beribadah sesuai agama yang dianutnya.

Nadiem sebelumnya telah mendapatkan laporan tentang kasus siswi nonmuslim

di SMKN 2 Padang yang di paksa untuk memakai jilbab oleh pihak sekolah.

“Terkait dengan kejadian diSMKN 2 Padang, Sumatera Barat, saya tekankan bahwa berpedoman pada peraturan yang berlaku, yaitu pasal 55 UU nomor 39 tahun 1999 tentang HAM,

Bahwa setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir dan berskspresi

sesuai dengan tingkat intelektualitas dan usianya, di bawah bimbingan orang tua atau wali,” Ujarnya

Baca Juga : Pemilu

Nadiem Tegaskan Sekolah

Selain itu Nadiem juga telah menyinggung pasal lainnya, yakni pasal 4 UU nomor 20 Tahubn 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (Sisdiknas).

Dalam Pasal 4 UU SIsdiknas, sebut ia, termaksud bahwa pendidikan di selenggarakan secara demokratis berkeadilan dan tidak diskriminatif.

“Dan Pasal 4 ayat 1 Undang – Undang 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,

bahwa pendidikan di selenggarakan secara demokratis dan berkeadilan

Serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia nilai kegamaan, nilai kultural, dan kemejukan bangsa,” ujarnya

Terlepas dari itu semua Nadiem telah menegaskan pihak sekolah tidak boleh mengintervensi peserta didik untuk mengikuti pakaian kekhusuan agama tertentu.

Apalagi hal itu bertentangan dengan keyakinan yang di anut oleh para siswa siswi yang di didik tersebut. “Maka sekolah tidak boleh sama sekali membuat peraturan atau imbauan kepada peserta didik

Untuk menggunakan model pakaian kekhusuan agama tertentu sebagai pakaian seragam sekolah, apalagi jika tidak sesuai dengan agama atau kepercayaan peserta didik,” katanya