Bencana banjir dan longsor menghantam manado  pada hari sabtu kemarin. sebanyak 9 kecamatan dan 33 kelurahan terpaksa harus mengungsi ke tempat yang telah di siapkan pemerintah.
Gelombang pasang dan aingin kencang terjadi di Sangihe Sulawesi Utara

Berita Gratis – Bencana banjir dan longsor menghantam manado pada hari sabtu kemarin. sebanyak 9 kecamatan dan 33 kelurahan terpaksa harus mengungsi ke tempat yang telah di siapkan pemerintah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Donald Sambuaga mengatakan banjir 3 meter mengakibatkan 6 orang meninggal dan lebih dari 500 orang warga mengungsi.

BNPB menjelaskan pada hari Minggu (17/1/21), menyebutkan selain banjir juga terjadi tanah longsor. “Banjir dan tanah longsor tejadi di Kota Manado akibat hujan dengan insensitas tinggi dan struktur tanah yang labil,”

Kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan seluruh wilayah atau 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang di sertai petir dan angin kencang.

Hal itu di sebabkan cuaca ekstrim melanda seluruh wilayah Sulawesi udata dalam dua hari terakhir ini.

Baca Juga : Pemilu

Bencana Banjir Dan Longsor

Kecamatan terdampak bencana banjir meliputi kecamatan Singkil (lima kelurahan),

Kecamatan Tuminting (lima kelurahan), Kecamatan Bunaken (satu kelurahan), Kecamatan Paal Dua (enam kelurahan).

Kemudian kecamatan Tikala (empat kelurahan), Kecamatan Wenang (lima kelurahan),

Kecamatan Sario (tiga kelurahan), Kecamatan Malalayang (empat kelurahan) dan Kecatan Wanea (tiga kelurahan).

BPBD Sulawesi Utara bekerja sama dengan Badan SAR, TNI, kepolisian, BPBD Manado,

Rapi dan masyarakat di sekitar melakukan penanganan banjir dan tanah longsor dengan mengevakuasi korban.

Selain Banjir dan Longsor ada juga gelombang pasang yang di sebabkan adanya pengaruh kondisi pasang air laut

maksimum di wilayah manado yang menunjukan peningkatan pasang maksimum setinggi 170-190 cm.

Beradasarkan analisis gelombang di ketahui bahwa arah gelombang tegak lurus dangan garis pantai sehingga dapat memicu naiknya air ke wilayah pesisir.

“Akumulasi kondisi di atas yaityu gelombang tinggi, angin kencang di pesisir dan fase pasang air laut maksimum yang mengakibatkan terjadi kenaikan air laut sehingga terjadi banjir”