Evakuasi banjir di Kalimantan Selatan seharusnya melalui Jalur Udara di karenakan ada beberapa titik yang tidak bisa di akses dengan jalur daratan.
Musibah Banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan

Berita Gratis – Evakuasi banjir di Kalimantan Selatan seharusnya melalui Jalur Udara di karenakan ada beberapa titik yang tidak bisa di akses dengan jalur daratan. Denny Indrayana memantau perkembangan penanganan bandir di Kalsel.

Ia menyebut ada beberapa daerah yang ketinggian banjirnya bertambah meski hujan tidak lagi mengguyur daerah tersebut. Kita langsung memantau lokasi banjir lewat jalur udara.

Baca juga : DONALD TRUMP MEMEGANG KENDALI KODE NUKLIR

“Update hari ini, hari Minggu, tanggal 17 Januari 2021. Alhamdulilah di banjar baru tadi malam tidak turun hujan. Tetapi air rupanya masih turun dari ketinggian.

Sehingga di beberapa tempat justru semakin dalam, seperti di daerah Gambut yang berdekatan dengan daerah Banjarmasin,” kata Denny pada hari Minggu tanggal (17/1/21)

“Dan tadi pagi, sekitar jam 3 pagi mencoba menuju ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ibu kotanya, Berabai, adalah salah satu kota yang paling terdampak dengan banjir besar.

Dan kami harus berputar balik, putar arah karena dua jembatan di kabarkan telah tejadi Longsor, sehingga akses jalan tersebut tidak bisa di lalui karena banyak timbunan tanah dan bebatuan akibat longsor,”

Baca Juga : Pemilu

Evakuasi Banjir

Danny telah bekerja sama juga dengan kepala BNPB Doni Monardo serta Pangdam Pangdam Mulwarman Mayjen Heri Wiranto.

Menurutnya pemerintah telah melakukan langkah-langkah evakuasi dan bekerja sama dengan dengan relawan.

“Meski demikian, di beberapa titik saya dengar masih di perlukan evakuasi-evakuasi,

karena daerah-daerah yang tidak terjangkau hanya dengan kendaraan biasa di perlukan perahu karet.

Baca juga : Pertemuan Liverpool Melawan Manchester United

Calon Gubernur Kalsel di Pilkada 2020 itu berharap perkembangan penanganan banjir yang dia dapat bisa menjadi informasi bagi oemerintah.

Dia menyebut banjir yang melanda kalimantan selatan di awal tahun 2021 ini adalah bagian yang terparah dalam sejarah banjir di Kalimantan Selatan.

“Saya menyampaikan pesan ini agar bisa di dengar oleh yang mempunyai kewenangan dan juga alat-alat, karena kelihatannya ini masih akan perlu penanganan agak panjang.

Kita berdoa saja semoga tidak ada lagi turun hujan. Sepanjang pengetahuan kami, ini banjir yang paling parah di Kalimantan Selatan

dan di butuhkan kerja sama semua pihak untuk menanganinya secara kordinatif dan secara efektif,” tutup Denny