KN Singa Laut  milik Bakamla di kerahkan untuk membantu korban gempa di Sulawesi Barat. akibat dari gempa M 6,2 ribuan orang mengungsi di posko yang didirikan pemerintah dan beberapa lainnya masih dalam proses evakuasi.
Bakamla RI membantu korban gempa sulawesi barat

Berita Gratis – Singa Laut milik Bakamla di kerahkan untuk membantu korban gempa di Sulawesi Barat. akibat dari gempa M 6,2 ribuan orang mengungsi di posko yang didirikan pemerintah dan beberapa lainnya masih dalam proses evakuasi.

“Kepala Zona Maritim Tengah Laksma Bakamla Leonidas Braksan segera mengkordinasikan bantuan dengan pemerintah Sulut dan Polda Sulut.

Selain itu juga, ia memerintahkan KN Singa Laut bersiap melaksanakan dukungan serlog ke wilayah gempa,” Ujar Kebag Humas dan Protokol Bakamla Wisnu Pramandita, dalm keterangnnya.

Bantuan SInga Laut ini di maksudkan karena jalur darat Majene dan Mamuju, dua daerah yang paling terdampak gempa , terputus. Sehingga bantuan logistik hanya bisa di lakukan melalui jalur air dan jalur udara.

Direktur Operasi Laut Bakamla, Laksma Bakamla Suwito, segera menyusun rencana operasi laut dalam rangka mendukung kegiatan penanggulangan gempa Sulwawesi Barat.

Ini di lakukan untuk mengantisipasi kebutuhan dukungan unsur laut Bakamla lainnya. Bakamla akan melakukan loading logistik pad hari Minggu (17/1/21), pada hari Senin (18/1/21), KN Singa Bakamla menuju lokasi gempa Sulbar.

Baca Juga : Pemilu

Singa Laut Di kerahkan

“Di rencanakan hari Minggu akan di laksanakan kegiatan loading bahan kontak dan seninnya bertolak menuju daerah bencana,” ujar Wisnu

Gempa dengan magnitudo 6,2 mengguncang Sulbar terjadi pada hari Jum’at (15/1/21) pukul 01.28 WIB atau 02.48 waktu setempat.

Berdasarkan data per 16 Januari 2021 pukul 02.WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan

189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan di rawat pasca gempa M 6,2 yang terjadi pada hari Jum’at.

Sedangkan di Kabupaten Majene, sekitar 637 orang mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan rawat jalan serta kurang lebih 15.000 orang mengungsi di 15 titik pengungsian.

Saat ini pasien di rawat di rumah sakit terdampak juga telah di evakuasi sementara ke RS Lapangan.

Selain itu korban meninggal akibat gempa tersebut mencvapai 42 orang dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majene.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta berkordinasi dengan TNI, Plri, dan beberapa pihak lainnya.