Pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air mengalami kecelakaan di Kepulauan Seribu, Nelayan setempat menjadi saksi hidup tragedi jatuhnya Sriwijaya Air S-182.
Foto pesawat Sriwiya Air SJ-182

Berita Gratis – Nelayan jadi saksi hidup tragedi jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182. tragedi tersebut terjadi saat para nelayan sedang melakukan pemancingan menggunakan jaring.

Pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air mengalami kecelakaan di Kepulauan Seribu, Nelayan setempat menjadi saksi hidup tragedi jatuhnya Sriwijaya Air S-182.

Baca juga : Jokowi Membahas Bangkok Hingga London Lockdown

Tragedi mengerikan itu terjadi berawal dari pesawat Sriwijaya air dengan nomor register PK-CLC enggan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu siang sekitar jam 14.40 WIB.

Pesawat tersebut jatuh di Kepualauan Seribu. Pesawat telah hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di sebelah utara Bandara Internasional Soekarno-hatta, Tanggerang.

Setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Kabar terbar, Posko Terpadu Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga senin kemarin (11/1/21) telah menerima 21 kantong berisi bagian tubuh korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Basarnas Yusuf Latif menjelaskan kapal dari Polisi Air Polda Metro Jaya pada pukul 15.00 WIB telah menyerahkan kantong berisi 14 bagian tubuh yang sudah berhasil di kumpulkan dari titik jatuhnya pesawat.

Baca juga : PRESIDEN JOKOWI PERINTAHKAN PENCARIAN BLACK BOX DI PERCEPAT

Selain menyerahkan 14 bagian tubuh korban, Polisi juga menyerahkan beberapa kantong yang berisi properti serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Dalam pencarian korban dan serpihan pesawat ada beberapa saksi yang melihat dan mendengar saat pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh.

Nelayan Jadi Saksi Hidup

Baca Juga : Pemilu

Seorang nelayan di pelabuhan Tanjung Kait mengaku sempat mendengar dentuman suara di tengah laut.

“Dengar ledakan siang abis ngelaut. Cuma dengar ledakan. kayak geluduk-petir,” kata Yakub, salah seorang nelayan.

Senada dengan nelayan Yakub, nelayan lainnya menuturkan mendengar suara dentuman yang sama, ia mendengar sekitar pukul 15.00 WIB saat melaut.

“Sekitar jam 3, Pesawat enggak lihat, cuma mendengar saja, karena gelap hujan-angin. tahu-taunya bom sekali saja” kata nelayan sholeh

Selain itu Bupati kepulauan seribu Junaedi menceritakan dia mendapat informasi yang menyebut ada pesawat jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu

Junaedi menyebut menerima informasi itu sekitar pukul 14.30 WIB. Junaedi mengatakan pesawat tersebut jatuh dan meldedak

“Iya katanya ada (pesawat jatuh) tadi jam 14.30 WIB. Mungkin saat ini sedang ada pencarian infonya ada pesawat jatuh, meledak di pulau Laki,” ujarnya

Bupati itu menjelaskan Pulau Laki berada di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Tidung, menurutnya, pulau Laki merupakan tempat tidak berpenghuni.