Sriwijaya Air
Sriwijaya Air Jatuh

Berita Gratis – Kembali terjadi kecelakaan pada pesawat Sriwijaya Air jatuh di kepulauan seribu jenis Boeing 737-500. Pesawat ini bernomor registrasi PK-CLC pada Sabtu (9/1/2021) mengalami kecelakaan di udara dalam penerbangan ke Pontianak. Dengan jumlah korban 50 yang meninggal dunia akibat kecelakaan ini.

Baca juga : REJEKI TUKANG BAKSO BISA JADI ARTIS

Pihak maskapai memastikan tidak ada kendala pada pesawat terbang yang mengalami mati mesin ini. Namun dalam merawat pesawat berbeda dengan cara perawatan kendaraan bermotor di darat. Untuk perawatan pesawat ini akan di hitung dari bulan dan jumlah pergerakan lepas landas saat pendaratan. Selanjutnya mengecek bagian mesin yang terpending dan baling-baling pada sayap pesawat.

Pihak Angkasa Pura I telah menegaskan bahwa pemeriksaan dan perawatan di lakukan secara rutin setelah batas waktu yang di tentukan. Pengecekan pesawat terbang ada A check, B check, C Check atau D Check menurut pihak Angkasa Pura I. Selanjutnya pengecekan A check ini di lakukan setiap 200-300 pergerakan lepas landas mendarat dan akan mendapat perawatan selama 10 jam. Demikian juga B Check yang akan di lakukan pada 6-8 bulan dengan waktu servis dari 1-3 hari.

Selanjutnya C Check ini akan di lakukan pada bagian berat pada pesawat dalam perawatannya. Dalam perawatan C Check ini akan membutuhkan waktu 1-2 minggu selama 20 sampai 24 bulan. Untuk D Check ini akan memeriksa bagian dalam pesawat dengan lebih berat. Dalam pemeriksaan ini membutuhkan waktu 6 tahun selama 2 bulan.

Baca juga : DONALD TRUMP MEMEGANG KENDALI KODE NUKLIR

Sriwijaya Air Boeing 737-500 Classic

Sriwijaya Air

Pesawat Boeing 737-500 Classic milik Sriwijaya Air ini di nyatakan hilang kontak di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air ini terjatuh pada pukul 14.40 WIB dengan nomor SJ182 masuk dalam armada bermasalah. Dalam regulator penerbangan sipil di AS sudah memperingati masalah yang akan terjadi yaitu mati mesin di udara. Hal ini menjadi salah satu faktor kecelakaan yang sering terjadi pada pesawat terbang di seluruh dunia.

Dalam regulator sudah di tentukan pada pesawat yang sudah tidak beroperasi selama tujuh hari atau lebih. Karena mesin pesawat yang sudah lama tidak beroperasi akan mengalami korosi pada bagian air valve check. Selanjutnya harus mengganti bagian korosi pada pesawat terbang yang sudah tidak di operasikan. Boeing seharusnya meminta operator untuk memeriksa pesawat tersebut.