Presiden Amerika Serikat Donald Trump sampai saat ini masih memegang kode kendali Nuklir yang masih aktif. DPR Amerika telah bersiap untuk memakzulkan Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump

Berita Gratis – Presiden Amerika Serikat Donald Trump sampai saat ini masih memegang kode kendali Nuklir yang masih aktif. DPR Amerika telah bersiap untuk memakzulkan Donald Trump.

Ddalam renccana pemakzulan Trumph, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi berbicara dengan jendral top AS tentang mencegah Donald Trumph mengakses kode peluncuran nuklir di hari terakhir masa jabatannya sebagai Presiden.

Presiden

Perkembangan luar biasa ini terjadi setelah Trump mendesak ribuan pendukungnya untuk berdemo di Gedung Capitol AS.

Baca juga : Apple Akan Membuat Mobil Pada Tahun 2024

sehingga membuat kericuhan di mana kerumunan orang membobol gedung tersebut.

Akibat kerusuhan tersebut mengakibatkan seorang polisi dan empat orang lainnya tewas dalam kerusuhan tersebut.

“Situasi Presiden tidak stabil ini sangat berbahaya,” ujar polisi,

sebelum conference call dengan sesama politikus Demokrat untuk membahas rencana memakzulkanpresiden tersebut.

Baca Juga : Pemilu

Donald Trump Pengaman Kode Nuklir

“Jika Presiden tidak meninggalkan jabatannya dalam waktu dekat dan dengan sukarela, Kongres akan melanjutkan tindakan kita,” ujarnya

Polisi mengatakan akan ada jaminan dari Jendral Angkatan Darat Mark Milley selaku ketua Kepala Staf Gabungan, bahwa akan ada pengamanan jika Trump mencoba meluncurkan senjata nuklir.

Sementara presiden AS memiliki akses ke kode yang di perlukan untuk menembakan senjata nuklir,

tidak ada pejabat tinggi militer atau keamanan nasional yang menyatakan ke prihatinan terkait senjata nuklir.

Baca juga : Sriwijaya Air Jatuh Di Kepulauan Seribu

Kantor Milley mengatakan bahwa pelosi telah memprakarsai Conference Call tersebut dan bahwa Jendral tersebut “menjawab pertanyaan mengenai proses otoritas komando nuklir”

Sementara mayoritas paratai Demokrat tampak siap untuk memulai proses pemakzulan jika Wakil Presiden Mike Pence dan Kabinet Trump menolak untuk mengaktifkan Amandemen ke-25 Konstitusi AS .

Menurut seorang penasihat kepada Reuters, Pence menentang langkah seperti itu.

Setidaknya satu Senator dari partai Rebulik, Ben Sasse dari Nebraska, mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk mendukung proses pemakzulan (impeachment)

Sasse, yang mengkritik Trump, keputusan untuk mencopotnya akan jatuh ke tangan senat yang di kendalikan partai Republik.

Dengan berakhirnya masa jabatan pada 20 Januari mendatang dan senat di jadwalkan akan reses hingga 19 Januari, proses penggulingan yang sebenarnya tampak nya tidak mungkin.